Tampilkan postingan dengan label materi gizi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label materi gizi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Februari 2015

Terapi Nutrisi untuk Penderita Kanker

Nutrisi adalah proses dimana tubuh manusia menggunakan makanan untuk membentuk energi, mempertahankan kesehatan, pertumbuhan dan untuk berlangsungnya fungsi normal setiap organ dan jaringan tubuh. Kekurangan nutrisi (malnutrisi) dan cachexia memberikan efek yang tidak diinginkan terhadap struktur dan fungsi hampir semua organ dan sistem tubuh. Malnutrisi maupun cachexia pada penderita kanker maupun penyakit kronis lainnya dapat meningkatkan morbiditas (angka kesakitan) dan mortalitas (angka kematian) serta menurunkan kualitas hidup penderita. Penderita dengan malnutrisi maupun cachexia sering tidak dapat mentoleransi terapi berbagai macam terapi termasuk radiasi khemoterapi.
Malnutrisi adalah hilangnya/ penurunan berat badan diatas 10% atau berat badan kurang dari 80% BB ideal, dalam kurun waktu 3 bulan, sedangkan cachexia adalah keadaan malnutrisi yang ditandai dengan anorexia (tidak adanya keinginan untuk makan dan menunjukkan bahwa seseorang tidak mempunyai ketertarikan terhadap semua makanan) menyebabkan distress psikologis, perubahan dalam komposisi tubuh, gangguan dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, cairan jaringan, keseimbangan asam basa, kadar vitamin dan elektrolit, penurunan berat badan, muscle wasting, asthenia, depresi, nausea kronik dan anemia yang menyebabkan stress psikologis, perubahan dalam komposisi tubuh, gangguan dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, cairan jaringan, keseimbangan asam basa, kadar vitamin dan elektrolit.
Tingkat malnutrisi pada penderita kanker tergantung pada jenis tumor, stadium, organ yang terlibat, terapi antikanker, kondisi non malignan yang menyertainya seperti diabetes melitus, penyakit saluran cerna dan lain-lain. Pada penelitian multisenter terhadap 12 jenis kanker, prevalensi penurunan berat badan (BB) sebesar 31%-40% pada penderita kanker payudara, kanker hematologik dan sarcoma; 54%-64% pada penderita
kanker colon, prostate dan paru, serta > 80% pada penderita dengan kanker pancreas dan lambung. Terapi kanker juga berpengaruh terhadap status nutrisi penderita. Pada suatu penelitian didapatkan > 40% penderita yang mendapat terapi kanker (bedah, kemoterapi dan radiasi) mengalami malnutrisi.
Penentuan status nutrisi pada penderita kanker didasarkan oleh dua jenis pemeriksaan yaitu pemeriksaan fisik yang meliputi data antropometri dan pola makan serta data laboratorium yang meliputi kadar protein serum.
kebutuhan makro nutrien bagi penderita kanker disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien, karena kebutuhan setiap individunya berbeda, tergantung kondisi fisik dan stadium kanker yang diderita. sedangkan asupan mikronutrien sangat diperlukan oleh penderita kanker sebagai antioksidan yang menangkal radikal bebas dan menghambat pertumbuhan kanker itu sendiri.

Minggu, 25 Januari 2015

Masalah Gizi Remaja

Masa remaja menurut WHO adalah antara 10-24 tahun, sedangkan menurut Hurlock (1990) membagi masa remaja menjadi masa remaja awal (13 hingga 16 atau 17 tahun) dan masa remaja akhir (16 hingga 17 atau 18 tahun). Masa remaja atau adolescence adalah waktu terjadinya perubahan-perubahan yang berlangsungnya cepat dalam hal pertumbuhan fisik,kognitif, dan psikososial atau tingkah laku. Usia remaja merupakan usia peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Pada masa ini terjadi kematangan seksual dan tercapainya bentuk dewasa karena pematangan fungsi endokrin. Pada saat pematangan fisik, juga terjadi perubahan komposisi tubuh.
Masalah gizi yang terjadi pada remaja umumnya disebabkan oleh satu sumber utama yaitu pola makan yang kurang tepat. Pola makan yang kurang tepat secara garis besar dipengaruhi dua hal, antara lain faktor lingkungan dan faktor personal atau individu dari remaja itu sendiri.
Perilaku makan yang kurang tepat dapat membawa dampak negative terhadap kesehatan atau status gizi remaja. Berikut beberapa masalah gizi yang dapat dialami oleh remaja.
1.   Obesitas
Obesitas didefinisikan sebagai suatu kelainan atau penyakit yang ditandai dengan
penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan. Untuk menentukan obesitas diperlukan kriteria yang berdasarkan pengukuran antropometri berupa pengukuran BB, TB ataupun LLA maupun pemeriksaan laboratorik seperti pemeriksaan kadar kolesterol, LDL, HDL maupun trigliserid dalam darah.
Kelompok anak dan remaja merupakan kelompok rawan terjadinya obesitas. Obesitas pada masa anak berisiko tinggi menjadi obesitas dimasa dewasa dan berpotensi mengalami penyakit metabolik dan penyakit degeneratif dikemudian hari.
Beberapa factor penyebab obesitas pada remaja dan anak-anak diantaranya factor genetic yang cukup berperan dalam kejadian obesitas pada anak. Seorang anak dengan kedua orang tua yang obesitas memiliki resiko 80% juga akan menderita obesitas. Selain factor genetic, factor lingkungan seperti gaya hidup, status social ekonomi, maupun letak geografis juga sangat berpengaruh pada kejadian obesitas pada anak dan remaja.
Prevalensi obesitas anak saat ini mengalami peningkatan di berbagai negara tidak terkecuali Indonesia. Tingginya prevalensi obesitas anak disebabkan oleh pertumbuhan urbanisasi dan perubahan gaya hidup seseorang. Menurut WHO, satu dari 10 (sepuluh) anak di dunia mengalami kegemukan. Prevalensi yang cenderung meningkat baik pada anak maupun orang dewasa sudah merupakan peringatan bagi pemerintah dan masyarakat bahwa obesitas dan segala implikasinya memerlukan perhatian khusus.
Sejak tahun 1970 hingga sekarang, kejadian obesitas meningkat 2 (dua) kali lipat pada anak usia 2-5 tahun dan usia 12-19 tahun, bahkan meningkat tiga (3) kali lipat pada anak usia 6-11 tahun. Di Indonesia, prevalensi obesitas pada anak usia 6-15 tahun meningkat dari 5% tahun 1990 menjadi 16% tahun 2001(soegondo, 2008).

2.   Kurang Energi Kronis
Kurang Energi Kronis (KEK) adalah suatu keadaan kekurangan makanan dalam waktu yang lama sehingga menyebabkan ukuran Indeks Massa Tubuhnya (IMT) di bawah normal (kurang 18,5 untuk orang dewasa) (persagi, 2009). Kurang energy kronis merupakan kondisi dimana seorang remaja mengalami kekurangan makanan yang berlangsung menahun yang mengakibatkan gangguan kesehatan dengan tanda-tanda seperti lemah dan pucat.
Pada remaja badan kurus atau disebut Kurang Energi Kronis (KEK) tidak selalu berupa akibat terlalu banyak olah raga atau aktivitas fisik. Pada umumnya KEK pada remaja terjadi akibat makan terlalu sedikit. Remaja perempuan yang menurunkan berat badan secara drastis erat hubungannya dengan faktor emosional seperti takut gemuk seperti ibunya atau dipandang lawan jenis kurang seksi.
Remaja dengan kurang energy kronis yang tidak ditanggulangi dengan baik akan memiliki kecenderungan melahirkan bayi yang BBLR jika hamil. Dan mengakibatkan ganguan metabolisme pada masa balita sang anak yang nantinya akan menimbulkan resiko KEK saat sang anak menginjak masa remaja.
Kekurangan Energi Kronis (KEK) dijumpai pada WUS usia 15-49 sebesar 24,9% pada tahun 1999 dan menurun menjadi 16,7% pada tahun 2003. Pada umumnya proporsi WUS dengan risiko KEK cukup tinggi pada usia muda (15-19 tahun), dan menurun pada kelompok umur lebih tua.

3.   Anemia defisiensi besi
Anemia karena kurang zat besi adalah masalah yang paling umum dijumpai
terutama pada perempuan. Zat besi diperlukan untuk membentuk sel-sel darah merah, dikonversi menjadi hemoglobin, beredar ke seluruh jaringan tubuh, berfungsi sebagai pembawa oksigen. Remaja perempuan membutuhkan lebih banyak zat besi daripada laki-laki. Anemia, terjadi pula karena peningkatan kebutuhan pada tubuh seseorang seperti pada saat menstruasi, kehamilan, melahirkan, sementara zat besi yang masuk sedikit.
Agar zat besi yang diabsorbsi lebih banyak tersedia oleh tubuh, maka diperlukan bahan makanan yang berkualitas tinggi. Seperti pada daging, hati, ikan, ayam, selain itu bahan maknan yang tinggi vitamin C membantu penyerapan zat besi.
Anemia pada anak sekolah dapat menyebabkan anak menjadi lemah, kurang nafsu makan, menururnnya sistim imun tubuh serta gangguan pada regenerasi sel. Selain itu, anemia pada remaja juga menurunkan fungsi kognitif dan berpengaruh pada psikis serta prilaku. Hai ini dapat mengakibatkan terjadinya penurunan prestasi belajar dan rendahnya kemampuan intelektualitas anak hingga dapat berdampak pada kualitas sumberdaya manusia di Negara tersebut.
Anemia defisiensi besi adalah jenis anemia yang sering dijumpai. Diperkirakan 25% dari total penduduk dunia menderita anemia jenis ini. Penyakit ini cenderung diderita oleh penduduk di Negara-negara sedang berkembang daripada Negara maju.diperkirakan 36% populasi di Negara berkembang menderita anemia jenis ini, sedangkan di Negara maju hanya diperkirakan sekitar 8% dari total penduduknya menderita anemia jenis ini. Di Indonesia prevalensi nemia pada remaja dan anak sekolah masih menunjukkan angka yang tinggi. Sekitar 37% dari total populasi di Indonesia. 

Infeksi Saluran Kemih


Sistem perkemihan atau sistem urinaria, adalah suatu sistem dimana terjadinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih di pergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh larut dalam air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih). Saluran kemih terdiri dari beberapa organ yang terdiri dari ginjal, pelvis ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra.

Infeksi saluran kemih merupakan suatu keadaan patologis yang sudah sangat lama dikenal. Infeksi ini juga merupakan penyakit infeksi bakterial tersering dan bertanggung jawab terhadap morbiditas khususnya pada wanita dalam kelompok usia seksual aktif.
Patofisiologi terjadinya infeksi saluran kemih dapat diakibatkan oleh adanya bakteri patogen yang masuk ke dalam saluran kemih. Mikroorganisme yang biasanya menjadi penyebab dari terjadinya infeks saluran kemih antara lain Pseudomonas, Proteus, Klebsiella, Escherichia Coli, Enterobacter, staphylococcus epidemidis dan enterococci. Mikroorganisme tersebut dapat masuk dalam saluran kemih yaitu melalui jalur asending ataupun hematogen.
Secara Asending, masuknya mikroorganisme dalam kandung kemih, antara lain dikarenakan adanya faktor anatomi dimana pada wanita uretra yang dimiliki lebih pendek dari pada laki- laki sehingga insiden terjadinya ISK lebih tinggi, faktor tekanan urin saat miksi, kontaminasi fekal, Pemasangan alat kedalam traktus urinarius (pemeriksaan sistoskopik, pemakaian kateter) maupun adanya dekubitus yang terinfeksi.
Secara Hematogen, biasanya infeksi saluran kemih terjadi pada pasien yang sistem imunnya rendah sehingga mempermudah penyebaran infeksi secara hematogen. Ada beberapa hal yang mempengaruhi struktur dan fungsi ginjal sehingga mempermudah penyebaran hematogen, yaitu adanya bendungan total urin yang mengakibatkan distensi kandung kemih, bendungan intrarenal akibat jaringan.

Sisa urin dalam kandung kemih yang meningkat mengakibatkan distensi yang berlebihan sehingga menimbulkan nyeri, keadaan ini mengakibatkan penurunan resistensi terhadap invasi bakteri. Residu kemih dalam vesika urinaria dapat menjadi media pertumbuhan bakteri yang selanjutnya akan mengakibatkan gangguan fungsi saluran kemih, kemudian keadaan ini secara hematogen menyebar keseluruh traktus urinarius. Selain itu beberapa hal yang menjadi predisposisi ISK antara lain adanya obstruksi aliran kemih proksimal yang mengakibatkan penimbunan cairan bertekanan dalam pelvis ginjal dan ureter yang disebut sebagai hidronefroses. Penyebab umum obstruksi adalah jaringan parut pada ginjal, batu neoplasma dan hipertropi prostat yang sering ditemukan pada laki-laki dengan usia diatas 60 tahun.
Penyakit infeksi pada saluran kemih dapat diklasifikasikan sebagai brikut:
a.       Uretritis
Merupakan infeksi saluran kemih bagian terluar yang dapat disebabkan oleh penyakit menular seksual ataupun kuman penyebab infeksi saluran kemih. Penyebab tersering uretritis adalah gonorea dan klamidia disusul dengan penyakit menular seksual lainnya. Penyebab lainnya adalah iritasi akibat bahan kimia (sabun, iosion, jel kontrasepsi), lecet akibat gesekan mekanis, atau akibat penyempitan uretra.
Uretritis biasanya ditandai dengan adanya gejala seperti , mukosa memerah dan edema, terdapat cairan eksudat yang purulent, ada ulserasi pada uretra, adanya rasa gatal yang menggelitik, good morning sign, adanya nanah awal miksi, nyeri pada awal miksi, kesulitan untuk memulai miksi, nyeri pada bagian abdomen.

b.      Sistitis
Merupakan infeksi pada kandung kemih yang terjadi akibat perjalaran infeksi dari uretra. Sistitis umumnya terjadi pada pria dengan kelainan anatomis gangguan pengosongan kandung kemih atau pada mereka yang dipasang kateter (selang berkemih).
Sistitis ditandai dengan adanya gejala seperti disuria (nyeri waktu berkemih), peningkatan frekuensi berkemih, perasaan ingin berkemih, adanya sel-sel darah putih dalam urin, nyeri punggung bawah atau suprapubic dan demam yang disertai adanya darah dalam urin pada kasus sistitis yang parah.

c.       Pielonefritis
Infeksi pada ginjal yang terutama terjadi akibat infeksi yang menjalar dari saluran kemih bagian bawah. Namun infeksi dapat juga terjadi melalui kuman yang terbawa di dalam darah. Infeksi pada ginjal dapat bersifat fatal, dan juga merupakan salah satu pencetus terbentuknya batu ginjal. Pielonefritis akut biasanya memperlihatkan gejala seperti demam, menggigil, nyeri pinggang, dan disuria.

Factor resiko terjadinya infeksi saluran kemih adalah sebagai berikut:
a.       Jenis kelamin (wanita lebih berisiko)
b.      Kebiasaan seksual,
c.       Penggunaan beberapa jenis alat kontrasepsi seperti kondom berbentuk diafragma
d.      Usia (orang yang lebih tua lebih rentan mengalami infeksi, anak-anak juga dapat mengalaminya)
e.       Riwayat keluarga mengalami ISK
f.       Diabetes atau kondisi kronis lainnya yang mempengaruhi sistem imun
g.      Penggunaan kateter yang berkepanjangan (sebuah selang dimasukkan dalam kandung kemih untuk mengeluarkan urin)
h.      Batu ginjal yang kambuh

Pada usia lanjut infeksi saluran kemih dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
a.       ISK Uncomplicated (simple)
ISK sederhana yang terjadi pada penderita dengan saluran kencing tak baik, anatomic maupun fungsional normal. ISK ini pada usia lanjut terutama
mengenai penderita wanita dan infeksi hanya mengenai mukosa superficial kandung kemih.
b.      ISK Complicated
Sering menimbulkan banyak masalah karena sering kali kuman penyebab sulit diberantas, kuman penyebab sering resisten terhadap beberapa macam antibiotika, sering terjadi bakterimia, sepsis, dan shock.
ISK ini terjadi bila terdapat keadaan- keadaan sebagai berikut :
1.      Kelainan abnormal saluran kencing, misalnya batu, reflex vesiko uretral obstruksi, atoni kandung kemih, paraplegia, kateter kandung kencing menetap dan prostatitis.
2.      Kelainan faal ginjal :GGA maupun GGK
3.      Gangguan daya tahan tubuh

4.      Infeksi yang disebabkan karena organisme virulen seperti prosteus spp yang memproduksi urease.

Selasa, 07 Januari 2014

indeks masa tubuh (IMT)

indeks masa tubuh (IMT) adalah salah satu metode untuk melakukan pengukuran status gizi bagi  orang dewasa. seseorang yang masuk dalam katagori dewasa adalah  seseorang yang telah menginjak usia lebih dari 18 tahun.

rumus dari IMT adalah berat  badan dalam Kg dibagi dengan tinggi badan kuadrat dalam meter.

IMT= BB/(TBxTB)

hasil dari perhitungan IMT dimasukkan  dalam katagori  yang tertera dalam tabel dibawah ini.
contoh kasus dan  perhitungan
  • Spica seorang wanita berusia 20 tahun dengan tinggi badan 165 cm dan berat badan 55Kg, hitunglah status gizi Spica.
  • jawab:
    • IMT =BB/(TBxTB)
    • IMT=55/(1,65x1,65)
    • IMT=55/2,7225
    • IMT=20,2
    • jadi spica memiliki katagori sebagai berat badan normal

Senin, 06 Januari 2014

serealia dan kacang-kacangan

Serealia adalah biji-bijian dari famili rumput-rumputan (gramine) yang kaya akan karbohidrat
sehingga dapat menjadi makanan pokok manusia, pakan ternak dan industri.
Biji-bijian yang tergolong serealia antara lain : padi, jagung, gandum, barley, rye, oats.

Struktur umum biji-bijian SEREALIA terdiri dari tiga bagian besar yaitu kulit biji, butir biji
(endosperm) dan lembaga (embrio). Kulit biji padi disebut sekam, sedangkan butir biji dan embrio
dinamakan beras. Lapisan terluar dari bijian  serealia disebut perikarp, kemudian tegmen, lapisan
aleuron dan bagian yg dalam adalah endosperm. Lapisan aleuron merupakan lapisan yg
menyelubungi endosperm dan lembaga.

komposisi kimia dari serealia
penyusun terbesar serealia adalah karbohidrat. karbohidrat merupakan penyusun terbanyak dari
serealia.Karbohidrat yang ada dalam serealia terdiri dari pati, pentosan, selulosa, dan
hemiselulosa.
Bagian kedua terbesar penyusun serealia adalah protein. Protein dalam tanaman dibagi atas dua
kelompok yaitu protein cadangan dalam biji dan protein fungsional dalam bagian vegetatif dari
tanaman. Protein cadangan dapat dibagi menjadi empat fraksi berdasarkan urutan pelarut, yaitu
albumin (protein larut dalam air), globulin (larut garam), prolamin (larut alkohol), dan glutelin
(larut dalam alkali dan asam). Pada serealia fraksi utama adalah prolamin dan globulin
lemak juga ditemukan dalam seralia. Pada serealia kandungan lipida tertinggi terdapat dalam lembaga dan lapisan aleuron. Asam lemak oleat, liroleat, dan palmitat merupakan asam lemak utama dari lemak beras dan bekatul.
Mineral yang banyak terdapat dalam serealia adalah kalium, fosfor, belerang, magnesium, klorida, kalsium, natrium, dan silikon.
Kandungan vitamin dalam beras yang utama adalah thiamin, riboflavin, niasin, dan piridoksin (vitamin B kompleks). Selama penggilingan serealia, vitamin tersebut banyak yg hilang karena kandungan vitamin terdapat pada bagian aleuron.


KACANG-KACANGAN termasuk famili Leguminosa atau disebut juga polongan.
Contoh kacang-kacangan : kedelai, kacang tanah, kacang hijau, kacang gude, kacang merah, dll.
Kacang-kacangan dipakai sebagai sumber protein nabati, meskipun beberapa juga dipakai
sebagai sumber minyak (kedelai, kacang tanah).

komposisi kimia dari  kacang-kacangan
kacang-kacangan memiliki kadar karbohiohidrat yang  rendah, kandungan utama pada kacang
kacangan adalah protein sehingga kacang-kacangan sering dijadikan sebagai sumber protein
nabati. fraksi utama protein pada kacang-kacangan adalah globulin.
kandungan lemak pada beberapa jenis kacang (kacang tanah dan kedelai) sangat tinggi sehingga
lebih banyak digunakan sebagai minyak. Asam lemak penyusun minyak kedelai adalah palmitat
(10,5%), miristat (0,4%), palmitoleat (1,0%), stearat (2,8%), oleat (20,8%), linoleat (56,5%), dan
lenolenat (8,0%).
selain mengandung lemak  yang tinggi, kedelai juga mengandung banyak provitamin A yaitu
karoten.

Minggu, 05 Januari 2014

magnesium

MAGNESIUM



Annisa Mustika Ayu
Izzatun Nadia
Miftahulia El-Jannah





PRODI GIZI STRATA SATU
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2013



A.    Pengertian magnesium
Magnesium adalah  unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Mg dan nomor atom 12 serta berat atom 24,31. Magnesium adalah elemen terbanyak kedelapan yang membentuk 2% berat kulit bumi, serta merupakan unsur terlarut ketiga terbanyak pada air laut. Logam alkali tanah ini terutama digunakan sebagai zat campuran (alloy) untuk membuat campuran alumunium-magnesium yang sering disebut "magnalium" atau "magnelium".
Magnesium merupakan logam yang ringan, berwarna putih keperak-perakan dan cukup kuat. Ia mudah ternoda di udara, dan magnesium yang terbelah-belah secara halus dapat dengan mudah terbakar di udara dan mengeluarkan lidah api putih yang menakjubkan.

B.     Fungsi dan sumber magnesium
Magnesium memiliki fungsi penting dalam tubuh, seperti membentuk tulang dan gigi serta untuk memeliahara syaraf dan otot agar tetap normal. Selain itu, Magnesium membantu mengatur kadar kalium dan natrium dalam tubuh, yang terlibat dalam pengendalian tekanan darah. 
Magnesium banyak terdapat pada  kacang-kacangan, seafood, susu, keju, sayur-sayuran berdaun hijau, produk kedelai seperti tempe atau tahu, dan yogurt.

C.     Penyerapan magnesium dalam tubuh
Penyerapan atau absorpsi Mg2+ terjadi di seluruh usus halus dan jelas tergantung pada banyaknya faktorain yang tersedia, misalnya vitamin D.Absorpsi Mg2+ bukan proses aktif, dan tidak ada mekanisme bersama untuk transport kalsium dan magnesium melalui dinding usus. Dalam plasma, sebagian besar Mg2+ terdapat dalam bentuk yang padat difiltrasi oleh glomerulus ginjal. Akan tetapi ginjal mempunyai kemampuan luar biasa untuk mempertahankan Mg2+.

D.    Metabolisme magnesium
Magnesium terlibat di dalam metabolisme protein, karbohidrat, dan lemak. Dia membantu gen-gen agar bisa berfungsi dengan benar. Peranan metabolik dari magnesium begitu beragam sehingga sulit untuk menemukan suatu sistem tubuh yang tidak dipengaruhi oleh kekurangan magnesium. Sistem peredaran darah kita, sistem pencernaan, sistem syaraf, otot-otot, ginjal, liver, kelenjar-kelenjar penghasil hormon, dan otak, semuanya bergantung pada magnesium untuk fungsi metabolic mereka.

E.     Akibat asupan magnesium yang kurang tepat
Magnesium dalam tubuh harus dikonsumsi dengan tepat, karena jika terjadi kekurangan maupun kelebihan akan terjadi berbagai gangguan tubuh. Banyak gejala yang melibatkan perubahan-perubahan di dalam fungsi syaraf dan otot. Perubahan-perubahan tersebut antara lain melemahnya otot, gemetar, dan kejang.
Kekurangan magnesium di dalam otot jantung, bisa mengakibatkan arrhythmia, kontraksi yang tidak teratur, dan meningkatnya detak jantung. Karena peranannya dalam struktur tulang, melembut dan melemahnya tulang juga bisa menjadi suatu gejala dari kekurangan magnesium.
Gejala kelebihan paling umum yang berhubungan dengan level asupan magnesium yang tinggi itu adalah diare. Gejala ini adalah yang paling umum terlihat dalam situasi dimana magnesium itu di dapat dari supplement. Dalam studi-studi penelitian, dosis magnesium yang berhubungan dengan diare itu biasanya berkisar antara 1-5 gram (1.000-5.000 miligram), tapi diare juga bisa terjadi pada dosis-dosis supplemental yang lebih rendah. Keracunan magnesium juga bisa berhubungan dengan gejala-gejala yang sangat umum misalnya meningkatnya rasa kantuk atau merasa lesu.

Senin, 06 Mei 2013

Lauk Nabati


tempe

      LAUK NABATI adalah semua bahan makanan sumber lauk pauk nabati, biasanya dikenal sebagai sumber protein nabati. Terdapat dlm semua jenis kacang kacangan termasuk hasil olahannya, contohnya adalah kacang kedele, kacang hijau, kacang tanah, kacang tolo, kacang merah, kacang kara, kacang mede, kapri, dll.
       
       Protein kacang-kacangan scr umum mpy nilai gizi lbh rendah dibanding protein hewani, hanya mencapai nilai kualitas setengah sempurna bahkan tidak sempurna sehingga harus dikombinasikan, supaya NPU ≥ 70 dan PER ≥ 20.

Sumber protein nabati juga lbh murah, atau dapat dikatakan bahwa sumber
protein nabati memiliki nilai sosial rendah. Serealia jg dpt dimasukkan sebagai
sumber protein nabati, walaupun kandungan proteinnya lebih rendah dibanding
kacang-kacangan (beras 7-8 gr%, terigu 8-9gr%), tetapi serealia dikonsumsi dlm
jumlah besar sehingga kuantum proteinnya lebih besar dari kacang-kacangan.

Selain memiliki manfaat bagi tubuh manusia, kacang-kacangan juga memiliki
efek negatif bagi tubuh, misalnya:
tahu
1. Mengandung byk serat yg sulit cerna shg bagi yg tdk tahan dpt menyebabkan
    flatus.
2. Mengandung zat toksin, misalnya:
a.Tripsin inhibitor : menghambat kerja enzim tripsin, hemolysin dan
   hemaglutinin
b.Jenis kacang koro mengandung ikatan cyanogenik yg menghasilkan HCN

Dari semua jenis kacang-kacangan, kacang kedelai mempunyai kualitas protein
terbaik, memiliki protein kualitas lengkap. Kedele basah mengandung 30,2 gr%
protein dan kedele kering 34,9 gr%. Mempunyai NPU 72 dan PER 2,3. Hasil
olahan dari kacang kedelai diantaranya: tempe, tahu, kecap, taoco, susu kedele.
1. Tempe
pepes tempe
     Setiap 100 gr tempe mengandung 18-20 gr protein, 4 gr lemak, vitamin B12 dan kalsium. Merupakan hasil fermentasi yg terikat padat oleh mycellium dari Rhyzopus oligoporus atau R. oryzae. Ciri-ciri tempe yang baik adalah bersih, padat, kedele utuh, seluruh permukaan ditutupi jamur tempe, bau khas. Mempunyai daya simpan terbatas karena fermentasi terus berjalan sehingga dapat terjadi pertumbuhan bakteri oleh kontaminasi udara.

      Pengolahan tempe:
- Dry heat:
   Frying: tempe goreng, perkedel, burger dll
   Baking : sate, schotel
   Sauteing : tumis tempe,
- Moist heat:
   Steaming: botok, gadon, pepes
     Boiling : oblok-oblok, kare, opor, tumpang dll
      Macam tempe dan bahan baku:
- Tempe kedele: kacang kedele kuning
- Tempe benguk : koro benguk
- Tempe gembus : ampas tahu
- Tempe bungkil : ampas kacang tanah
- Tempe bongkrek : ampas kelapa
      TIPS: untuk mengurangi rasa getir , sebaiknya tempe direbus atau dikukus dulu 3-5 menit, baru dimasak sesuai resep.
scotel tahu
2. Tahu
    100 gr Tahu mengandung 7-8 gr protein dan 124 mg kalsium. Nama tahu berasal dari China, yaitu taufu. Tahu memiliki berbagai macam jenis, diantaranya:
- Tahu sutera : cocok utk sup
- Tahu putih, tebal agak keras: cocok utk tahu isi,
   perkedel
- Tahu cina: padat, tipis, warna kuning
- Tahu pong, tahu sumedang
- Tahu jepang (berasal dari kacang hijau)

     Beberapa jenis pengolahan tahu, adalah sebagai berikut:
      Dry heat
tauco
        - Frying : tahu goreng, tahu isi, perkedel
        - Baking : schotel, tahu bakar, sate
        - Sauteing: bacem, tumis
     Moist heat
         - Boiling : sup, sambal goreng, semur
         - Steaming : gadon tahu, botok

3. Kecap dan Tauco
kecap
    Digolongkan sbg penambah selera makan. Kecap dibuat dgn
    cara menghidrolisis kacang kedele hitam setelah
    direbus.Taoco dibuat dari fermentasi kedele kuning, rasanya
    asin sehingga hati-hati jika ditambahkan dalam masakan.
    Kecap kaya akan asam amino esensial.



4. Susu kedele
    Mengandung zat protein nabati dan lemak yang baik
susu kedelai
    karena lemak tidak jenuh, tiap 100 ml susu mengandung
    57 kalori, 3,5 gr protein dan 2,5 gr lemak serta 50 mgr
    kalsium.

Selain kacang kedelai, jenis kacang yang sering
dimanfaatkan adalah kacang
tanah dan kacang hijau.
1. Kacang Tanah
    Kacang tanah biasa diambil minyaknya dan limbahnya dipadatkan menjadi
kacang tanah
    bungkil kacang tanah. Bungkil dapat difermentasi dan
    diolah menjadi oncom.
    Namun bungkil memiliki beberapa faktor negatif bagi
    tubuh, antara lain adalah mengandung aflatoksin, kualitas
    proteinnya kurang baik, lemaknya tinggi sehingga sulit
    dicerna. Kacang tanah dapat diolah untuk berbagai
    macam makanan dan dengan
    berbagai macam cara pengolahan:
- direbus, digoreng, disangrai
- Peanut butter
- Berbagai campuran kue
- Berbagai campuran sayur : asem, lodeh, sup
- Bumbu : sate, gado-gado, karedok
- Dibuat oncom
2. Kacang Hijau
kacang hijau
    Kacang hijau banyak mengandung thiamin dan karotin.
    Campuran serealia dan kacang hijau memberikan asam amino
    esensial yang  lengkap. Biasanya
    dijual dalam bentuk bubur, sari kacang hijau, tepung hunkwe (
    untuk berbagai kue kering = kue satu).